Selasa, 13 Desember 2011

PT. NESTLE INDONESIA

PT. NESTLE INDONESIA

Sekilas tentang Nestle
Nestle adalah sebuah perusahaan makanan-minuman yang bermarkas di kota Vevey, Swiss. Nestle mendunia melalui beragam produk seperti air mineral, kopi, produk susu dan makanan bayi. Didirikan tahun 1866, nama nestle diambil dari nama seorang ahli farmasi yang berhasil menciptakan produk makanan berbasis susu khusus bayi yang kesulitan mengkonsumsi ASI yaitu Henry Nestle.
A.    Misi dan Visi
MISI: "Nestlé berusaha untuk menjadi pemimpin dalam gizi, kesehatan dan kesejahteraan, dengan keyakinan bahwa makanan yang baik adalah pusat kesehatan dan kesejahteraan.”
 VISI: “Pada Nestlé, kami percaya bahwa penelitian dapat membantu kita membuat makanan dengan baik sehingga orang menjalani kehidupan yang lebih baik.’

Analisa misi dan visi perusahaan :
a.    Pasar primer
Konsumen Nestle merupakan perusahaan yang menjamah konsumen dari segala usia.
b.    Spesifikasi Produk Dasar
Nestle memproduksi makanan dan minuman yang berkontribusi terhadap kesehatan. Nestle Research Center menyatakan bahwa dari hasil penelitian gizi , makanan yang baik adalah makanan yang aman dan memiliki kualitas yang optimal untuk pertumbuhan. Nestle pun menawarkan rasa yang luar biasa dan aman untuk di konsumsi setiap saat. Harga yang diberikan pun bisa di jangkau oleh masyarakat luas.
Selain itu, produk yang dihasilkan dapat memuaskan kebutuhan konsumen yang tidak dapat didapat dari produk lainnya.
c.    Teknologi
Untuk menghasilkan makanan yang baik, perusahaan memerlukan teknologi yang canggih. Nestle pun memiliki tempat penelitian yang bernama Nestle Research Center yang menggunakan teknologi mutahir untuk menguji makanan dan minuman yang bergizi dan aman dikonsumsi masyarakat luas.
d.    Visi Perusahaan
Makanan yang baik adalah sumber utama dari kesehatan yang baik sepanjang hidup. Nestle berusaha keras untuk memproduksi makanan yang aman, berkualitas tinggi, dan memberikan gizi yang optimal untuk memenuhi kebutuhan fisiologis. Selain Gizi, Kesehatan dan Pendidikan, produk Nestle membawa konsumen pada bahan vital rasa dan kesenangan. Sebagai konsumen diharapkan untuk terus membuat pilihan mengenai makanan dan minuman yang mereka konsumsi. Nestle membantu memberikan pilihan untuk semua selera individu dan preferensi gaya hidup. Penelitian adalah kunci bagian dari Nestle dan merupakan elemen penting dari masa depan kita. Masih banyak kita temukan peran makanan yang sehat dalam hidup kita, dan kita terus mencari jawaban untuk membawa konsumen ke Good Food for Good Life.

Keunggulan Bersaing Nestle
Untuk membedakan apa yang ditawarkan perusahaan Nestle, sejak tahun ini Nestle mulai serius mengembangkan model bisnis popularly positioned products (PPPs) yang merupakan strategi yang bersaing pada biaya. Kendati tersedia pasar besar dan sumber daya alam melimpah, investor makanan dan minuman tak cukup hanya mengandalkan modal dan nama besar, sehingga untuk tetap mempertahankan bisnisnya perusahaan harus dapat memahami karakter pasar. PPPs adalah produk Nestle yang menyasar konsumen berpenghasilan rendah.
Namun meski harganya relatif miring, Nestle tidak akan mengabaikan kandungan dan kualitas gizi. Produk Nestle yang masuk kategori ini adalah Susu Nestle Ideal dan Sereal Koko Krunch. Nestle meneruskan strategi ini karena pasar ternyata antusias menyerap produk ini. Buktinya pada tahun 2010, pendapatan dari total penjualan produk PPPs mencapai sepertiga dari total pejualan produk Nestle Indonesia. Pertumbuhan penjualan produk PPPs secara regional juga terus meningkat. Total penjualan PPPs Nestle di negara berkembang mencapai US$ 8 miliar atau sekitar Rp 72 triliun pada tahun 2009. Kontribusinya cukup besar terhadap total penjualan sluruh produk Nestle di negara-negara berkembang yang mencapai US$ 33 miliar atau sekitar Rp 297 triliun.
B.     Produk-produk Nestle dan strategi operasionalnya
 Adapun produk-produk yang dihasilkan oleh Nestle adalah sebagai berikut :
1.    Aneka kembang gula dan coklat
Yang terkenal dengan permen “FOXS”. PT. Nestle Indonesia yang berfokus pada penghasilan kembang gula dan coklat terletak di kota Tangerang, Banten.

2.    Kopi dan Minuman
Salah satu produk kopi dan minuman Nestle yang terkenal di Indonesia adalah kopi dengan jenis “NESCAFE”. Untuk produksi kopi sendiri terletak di kota Lampung, Panjang Factory. Seperti yang kita ketahui bahwa komoditi kopi terbaik adalah salah satunya di kota Lampung.

Para penikmat kopi, kaum adam maupun hawa akan dimanjakan dengan hadirnya terobosan inovasi terbaru dari NESCAFÉ ini. Ya, berbicara di Jakarta (8/02/10), Arshad Chaudhry, Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia mengatakan bahwa PT Nestlé Indonesia menghadirkan kopi NESCAFÉ ke standar kualitas baru dengan  sebuah terobosan inovasi pada teknologi pengolahan kopi, yaitu ERA - Enhanced Recovery Aroma. Lantas apa kelebihan ERA? “ERA bisa menghasilkan secangkir kopi yang lebih nikmat rasanya,” ujar Sebastien Joho, Business Executive Manager untuk Coffee & Beverages PT Nestlé Indonesia. Konsumen, lanjutnya, akan menikmati pengalaman minum kopi pada tingkat kualitas baru, dengan rasa yang lebih nikmat dan aroma yang lebih mantap. Hal ini tidak saja memuaskan konsumen setia NESCAFÉ, namun kami yakin dapat memenangkan hati para penikmat kopi lainnya”“. ERA merupakan sebuah teknologi yang dipatenkan dan dikembangkan oleh pusat pengembangan produk Nestlé di Swiss.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir Deddy Muchtadi, MS dari Fakultas Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor mengemukakan bahwa rasa kopi dipengaruhi sebagian besar oleh aroma. “Aroma kopi kompleks dan sangat mudah menguap selama proses pengolahan. Aroma kopi yang biasa tercium di sejumlah kedai kopi sebenarnya “dilepaskan” dari biji kopi dan tidak dapat kita temukan lagi dalam secangkir kopi yang kita minum. Dengan teknologi ERA, aroma dan rasa kopi dapat dipertahankan secara signifikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa teknologi ERA mampu “menangkap” aroma kopi yang menguap selama proses sangrai dan penggilingan, kemudian menyimpannya sampai akhir proses pengolahan, lalu memasukkan kembali aroma kopi tersebut sebelum kopi cair dirubah menjadi kopi bubuk. Pada kesempatan yang sama DR. Surip Mawardi, SU, dari peneliti dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (ICCRI) mengatakan ERA sebagai sebuah terobosan teknologi yang memungkinkan menghasilkan yang terbaik dari biji kopi Indonesia.

3.    Nutrisi untuk anak
Dalam bidang ini, adalah salah satu sumber profit terbesar perusahaan Nestle. Hampir mencapai 40% dari seluruh jenis produk yang dihasilkan, adalah susu. Untuk produksi susu sendiri, Nestle mencari lokasi di Pasuruan, Jawa Timur, Kejayan Factory. Karena petani susu terbaik dan terbesar terletak di kota tersebut. Produk susu “DANCOW” pun menjadi pilihan sebagian besar masyarakat Indonesia, dibandingkan dengan produk susu lainnya.

Dancow pun diproduksi dengan berbagai macam variasi, sesuai dengan permintaan pasar. Mulai dari untuk usia bayi, balita, anak-anak, remaja bahkan hingga ibu menyusui.

Untuk strategi operasionalnya sendiri, mulai dari perencanaan hingga pemasarannya, Nestle menggunakan strategi line extension. Proses line extension yang terjadi pada Nestle DANCOW pertama-tama ialah melihat apakah perluasan lini tersebut sesuai dengan citra dari Nestle DANCOW itu sendiri yaitu sebagai expert dalam nutrisi khususnya dalam susu, dan sebagai partner orang tua. Langkah selanjutnya adalah melihat opportunity bagi Nestle DANCOW. Kemudian mencari tahu bagaimana rasa yang tepat untuk masyarakat Indonesia. Setelah itu harga juga harus diperhatikan agar sesuai dengan segmentasi yang ingin dituju. Langkah selanjutnya bagaimana dengan packaging produk perluasan lini tersebut. Dan yang terakhir bagaimana memasarkan produk perluasan lini tersebut agar sampai kepada segmentasi yang dituju. Nestle DANCOW melakukan strategi line extension agar dapat terus berkembang dan untuk terus memberikan apa yang konsumen inginkan. Selain agar bisnis DANCOW terus berkembang, strategi ini juga diharapkan dapat mempertahankan Nestle DANCOW sebagai market leader. Terakhir, berdasarkan hasil penelitian, Pemasaran yang dilakukan Nestle DANCOW terhadap produk lininya bermacam-macam seperti mengadakan kompetisi jingle, lalu caravan gizi DANCOW, hingga ke posyandu tergantung dengan segmentasi yang dituju oleh produk tersebut karena segmentasi dari produk-produk DANCOW berbeda-beda setiap sub-brandnya hal ini yang membuat Nestle DANCOW membedakan strategi pemasarannya ke tiap-tiap sub-brandnya. Jadi Nestle DANCOW terjun langsung ke segmen yang ingin dituju sesuai dengan sub-brandnya.

Saat ini, Nestle memang terus meningkatkan investasinya dan memperluas pabrik maupun fasilitas bisnis lainnya di Asia Tenggara. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, kurang lebih Rp 5 triliun nilai investasi Nestle di kawasan ASEAN.
Khusus di Indonesia, Nestle akan menginvestasikan tambahan sekitar Rp 270 miliar tahun 2009 ini, menyusul investasi sebelumnya sebesar Rp 1,2 triliun untuk perluasan pabrik susu di Kejayan, Pasuruan.

Dari kalangan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jatim diperoleh data bahwa Nestle telah menguasai pasar pasokan susu segar Jatim. Dari 950 ribu liter produksi susu segar Jatim Nestle mampu menyerap 532.000 liter per hari. Sementara PT Indolacto sekitar 45.000 liter, PT Greenfields Indonesia 35.000 liter, PKIS Sekar Tanjung 18.000 liter. Serapan susu Nestle sehari-hari dipasok sekitar 28 koperasi susu.

Tterpisah H Koesnan, Direktur PKIS Sekar Tanjung menyebutkan, selain membuka peluang bagi peternak untuk mengembangkan peternakannya, penambahan kapasitas tampung yang dimiliki PT Nestle membuka peluang monopsoni pasar pasokan susu oleh Nestle menjadi semakin besar.
‘’Semakin banyak pabrik susu yang berkembang di Jatim dampaknya akan semakin baik untuk kehidupan petani susu di Jatim. Apalagi sekarang di Jatim ada gerakan pembibitan sapi perah untuk mengangkat derajat warga miskin,’’ tutur Ketua Koperasi Susu Nongkojajar
.

4.    Makanan Pendamping ASI
Banyak jenis produk Nestle yang berupa makanan pendamping ASI, dan salah satu yang menjadi favorit konsumen Indonesia adalah nestle CERELAC.

5.    Sereal Sarapan
Nestle KOKO KRUNCH adalah salah satu produk makanan nestle yang mendapat perhatian besar konsumen Indonesia.

6.    Produk Kuliner
Bear Brand yang terkemas dalam satuan kaleng juga kini telah menjadi produk andalan nestle.

7.    Minuman Siap Minum
Minuman susu kaleng Milo adalah salah satu produk minuman siap minum nestle yang juga sudah mendapat perhatian masyarakat. Selain itu terdapat juga produk susu bantal yang diproduksi siap untuk diminum.

8.    Health Care
Nestle juga berinovasi dengan produk-produk untuk menjaga kesehatan maupun perawatan. Produk tersebut antara lain adalah :
·         Nutren Diabetes
·         Nutren Optimum
·         Nutren Fibre
·         Nutren Junior
·         Nestle Peptamen
·         Nestle peptamen Junior

C.      Pengelolaan Kualitas
Pada Nestlé, kualitas melampaui produk itu sendiri. Seluruh dunia dan seluruh merek Nestle, terlibat dalam berbagai inisiatif sosial dan lingkungan yang bersama-sama membuat perbedaan cukup.
Sebenarnya, adalah  bagaimana kita selalu melakukan bisnis di Nestlé dan merupakan bagian dari apa yang kita sebut  menciptakan Shared Value. Bagi Nestlé, peduli tentang kesejahteraan orang lain dan lingkungan merupakan bagian integral dengan janji Nestlé untuk meningkatkan kualitas hidup melalui makanan dan minuman yang baik di mana-mana. Komitmen Nestlé untuk rasa, sehat dan dipercaya produk telah, dan akan selalu, terikat untuk menghormati kita untuk lingkungan dan orang-orang Nestlé bekerja, termasuk dengan para petani yang memasok bahan baku dan masyarakat dimana Nestlé beroperasi.
Dengan fokus pada Gizi, Air dan Pembangunan Pedesaan, Nestle  bekerja untuk sumber, pembuatan dan paket produk Nestle dengan cara-cara bertanggung jawab dan sosial-lingkungan-berkelanjutan - konsumen bahkan memberi lebih banyak alasan untuk percaya dan menikmati produk-produk Nestlé.
Nutrisi:  Sebagai yang terkemuka di dunia Gizi, Kesehatan dan Kebugaran Perusahaan, Nestle percaya bahwa masa depan ada dengan membantu orang makan makanan yang sehat. Apakah itu menangani kekurangan vitamin dan mineral di salah satu ujung spektrum, atau obesitas pada yang lain, nestle berkomitmen untuk membantu orang-orang di mana-mana melalui nutrisi yang baik dan pengertian. Sebagai contoh, pada tahun 2009 Nestlé:
Meningkatan lebih dari 7.000 produk dengan asam baik, mengurangi garam, gula lemak trans, lemak jenuh pewarna atau buatan, atau meningkatkan gandum, sayuran atau konten kalsium.
Meluncurkan Sehat Nestlé Kids Global Program - membangun nutrisi Nestle dan program kegiatan fisik mencapai 10 juta anak-anak sekolah - dengan komitmen untuk memiliki program yang tersedia di semua negara dimana Nestlé beroperasi pada akhir 2011.
Air dan lingkungan hidup: ambisi Nestlé adalah untuk menghasilkan makanan yang lezat dan bergizi dan minuman yang juga memiliki dampak lingkungan terendah. Nestlé menggunakan penilaian siklus hidup ilmiah untuk membantu menentukan dimana Nestlé dapat meningkatkan kinerja lingkungan dari produk Nestlé termasuk fase pertanian (bekerja sama dengan petani), dan konsumsi dan fase pasca-konsumsi (membantu konsumen untuk menyiapkan makanan dan membuang kemasan di lingkungan bertanggung jawab cara). Pada tahun 2009 Nestlé menginvestasikan lebih dari CHF 220 juta dalam inisiatif lingkungan termasuk tindakan untuk mengurangi penggunaan air, energi non-terbarukan dan sumber daya alam lainnya. Nestlé terus bekerja untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, menghilangkan limbah dan memperbaiki kemasan Nestlé.

Tiga-perempat dari penduduk miskin dunia tinggal di daerah pedesaan. Nestlé berinvestasi lebih dari CHF 20 miliar per tahun pada bahan baku dan bekerja dengan sekitar 540.000 petani untuk membantu mereka meningkatkan kualitas hidup mereka melalui praktik pertanian diperbaiki dan kepedulian terhadap lingkungan.

Berikut adalah beberapa contoh tentang bagaimana merek Nestlé aktif membantu orang-orang dan lingkungan:

Nescafé - merk kopi terbesar di dunia juga merupakan kekuatan utama membantu petani kopi di seluruh dunia melalui penyediaan planlet kopi berkualitas tinggi, praktek pertanian ditingkatkan dan perbaikan lingkungan - dari biji kopi ke cangkir konsumen.    

Nespresso - Pengalaman kopi utama mencakup komitmen untuk
berkombinasi dengan fokus pada membantu petani mencapai "AAA Quality", meningkatkan tingkat Nespresso kapsul daur ulang, meningkatkan teknologi mesin Nespresso dan mengurangi emisi karbon secara keseluruhan merek.

Rencana Kakao - Membantu meningkatkan kualitas kakao dan kehidupan di masyarakat kakao yang tumbuh, ini program jangka panjang dan investasi yang signifikan
, memungkinkan merek coklat Nestlé melampaui rasa besar untuk menawarkan kakao lebih berkelanjutan.

Nestlé Waters - Aktif di berbagai bidang untuk membantu masyarakat dan lingkungan. Apakah itu menyediakan air minum yang aman pada saat bencana alam, meminimalkan pengemasan dan transportasi, mempromosikan konservasi air dan daur ulang, atau menyediakan konsumen dengan opsi untuk kalori- tinggi, minuman manis, Nestlé Waters dan portofolio merek seperti Murni Hidup dan Polandia Spring berkomitmen untuk menjadi Perusahaan Hidrasi Sehat.

Makanan yang baik, Hidup yang baik
Nutrisi, Kesehatan dan Kebugaran adalah arah strategis Nestlé. Nestlé ingin konsumen dapat membuat pilihan yang sehat tentang makanan dan minuman. Nestlé juga percaya bahwa makanan yang baik kadang-kadang berarti memperlakukan diri sendiri!

Nestlé bertujuan untuk membuat hidup konsumuen lebih menyenangkan karena produk Nestlé tidak hanya rasa lebih baik, tetapi mereka juga lebih bergizi.

D.    Strategi Proses
Nestle menggunakan strategi fokus mass customization. Strategi ini merupakan strategi pembuatan produk dan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin unik, secara cepat dan murah.
Nestle telah menunjukkan bahwa penggunaan mass customiztion dapat memberikan imbalan yang besar. Lebih dari 100 jenis produk Nestle yang dihasilkan mendapatkan respon yang baik dari konsumen. Strategi ini diciptakan dengan maksud untuk lebih banyak lagi menarik perhatian konsumen. Dengan menciptakan berbagai macam jenis produk dengan jumlah yang tinggi. Alasan dasar penerapan strategi ini adalah konsumen memiliki permintaan yang tidak tetap. Selera pasar selalu berubah-ubah. Sehingga setiap perusahaan harus dapat menyesuaikan produk yang akan dihasilkan dengan selera pasar.
Nestle adalah perusahaan makanan terbesar diseluruh dunia dengan ribuan macam produk dan unit bisnis di lebih dari 84 negara. Nestle menerapkan strategi manajemen kontrol sistem yang terdesentralisasi, dengan mendelegasikan otoritas pengambilan keputusan di masing-masing unit bisnis sehingga keputusan-keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi di masing-masing negara. Untuk mengkoordinasikan seluruh unit bisnisnya di seluruh dunia maka dibutuhkan peranan sistem teknologi informasi yang bisa mengkoordinasikan seluruh aktivitas bisnis agar diperoleh competitive advantage.

Sebelumnya Nestle telah menerapkan corporate intranet pada tahun 1997, yang bertujuan mendukung lima kegiatan bisnisnya yaitu purchasing, marketing, business intelligence, teknologi, dan manajemen sumberdaya manusia. Corporate intranet ini dikenal dengan Nestle Intranet Kit Assistant (NIKITA).NIKITA ini merupakan software yang dikembangkan oleh Nestle sendiri dan menjadi blueprint bagi pengembangan proyek intranet selanjutnya. Sistem ini digunakan lebih dari 80.000 karyawan Nestle di seluruh dunia.

Email merupakan sarana interaksi yang fundamental di Nestle dan sudah menjadi budaya kerja di Nestle untuk berinteraksi antar departemen dengan hanya menggunakan email. Pemberitahuan, berita-berita penting, instruksi, dan komunikasi bisnis biasa menggunakan media email. Oleh karena itu intranet dan email merupakan kebutuhan pokok Nestle dan membuat komunikasi menjadi lebih cepat dan efisien.
Dengan makin ketatnya persaingan di industri bisnis makanan, maka Nestle membutuhkan dukungan teknologi informasi yang bisa menyatukan semua bisnis unit Nestle di seluruh dunia dan mengaplikasikan proses bisnis yang efisien dan efektif. Oleh karena itu pada tahun 2000, Nestle meluncurkan proyek GLOBE (Global Business Excellence)yang merupakan proyek terbesar Nestle selama 135 tahun berdirinya perusahaan ini. Tujuan dari proyek GLOBE adalah meningkatkan kinerja dan efisiensi bisnis Nestle di seluruh dunia. Proyek GLOBE ini merupakan sistem ERP (enterprise resource planning) yang menggunakan software SAP. Implementasi mySAP.com termasuk Workplace, SAP R/3, BW, APO, CRM, EBP dan Knowledge Warehouse. Proyek ini terbagi menjadi empat kegiatan pokok, yaitu Business Excellence, Data Standard
& Data Management, Information Technology dan Global Template.

Proyek GLOBE di Nestle Indonesia
Penerapan proyek GLOBE di Nestle Indonesia dimulai pada tahun 2003. Strategi penerapan yang dipakai adalah Phasing Strategi, yaitu penerapan secara bertahap sampai tahun 2006. Proyek ini pertama kali diterapkan di Head Office Jakarta dan Kejayan Factory, Pasuruan, Jawa Timur, yang merupakan pabrik pengolahan susu sapi terbesar di Indonesia. Pada tahun 2005, proyek GLOBE mulai diaplikasikan di Panjang Factory, Lampung dan Cikupa Factory, Tangerang, Jawa Barat. Secara bertahap proyek GLOBE ini diaplikasikan di masing-masing departemen.

Kritik Proyek GLOBE
Proyek GLOBE memang sudah tepat dicanangkan Nestle karena ERP sistem sekarang sudah menjadi kebutuhan perusahaan-perusahaan global yang ingin tetap kompetitif di persaingan bisnis global. Dengan ERP sistem ini maka perusahaan bisa mensinergikan keseluruhan proses bisnis yang ada di perusahaan tersebut sehingga dicapai proses bisnis yang efisien dan efektif, serta memberikan kemudahan terjadinya “sharing knowledge” antar masing-masing bagian.
 Terkait dengan penerapan sistem ini di Nestle Indonesia, ada kebingungan yang amat sangat dari karyawan operasional di level supervisor ke bawah. Mereka yang harus dibiasakan untuk input data terkadang merasa cangggung dengan tampilan sistem baru. Dari beberapa pengalaman ahli yang menjadi supervisor di RSCM Departemen di Kejayan Factory, terlihat adanya “culture shock” yang dialami operator karena harus input data ke komputer padahal mereka terbiasa menggunakan kertas. Terdapat berbagai kesulitan yang mereka hadapi mulai dengan ketidak-familier-an mereka menggunakan komputer. Dari sini saja sudah timbul masalah karena dalam ERP sistem jika satu bagian tidak menginput data maka akan membuat bagian yang lain terhenti. Dengan beban input data ini sempat mengganggu proses kegiatan produksi yang sedang berjalan, karena mereka harus berbagi konsentrasi antara input data dan pekerjaan operasional. Kesulitan lainnya adalah adanya perbedaan tampilan di software baru ini dibandingkan dengan software lama. Terkesan bahwa aplikasi SAP yang diterapkan secara “vanilla” (istilah penerapan SAP di NIBCO yang secara apa adanya tanpa customization). Berbagai kesalahan input sering dilakukan dan sering sekali hal tersebut menimbulkan masalah dan butuh dikonsultasikan dengan tim IT. Bahkan beberapa teman sejawat selevel supervisor yang sampai stress karena bingung mengoperasikan sistem baru yang tampilannya sangat berbeda dengan sistem lama. Tidak ditemukan seorang “project champion” yang di taruh di masing-masing shift kerja yang bisa membantu pengoperasian SAP ini. “Project champion” ini hanya ada satu untuk satu departemen sehingga kerjanya tidak optimal. Oleh karena itu proses pembelajaran semua karyawan menjadi sangat lamban. Seharusnya terdapat sebuah “champion team” di tingkat departemen dan 1 orang project champion di masing-masing tim. Dengan begitu proses pembelajaran ke sistem baru akan efektif dan cepat.

Pada awal penerapan sistem baru,
terdapat banyak sekali kesalahan input data sehingga sempat membuat proses record file terganggu. Waktu itu untuk menyelesaikan problem ini, ditunjuklah 1 orang karyawan yang khusus input data di masing-masing tim. Seharusnya hal tersebut tidak dilakukan, karena salah satu prinsip dalam proses pembelajaran adalah “show the brutal facts” (Jim Collins, dalam bukunya Good to Great). Dengan prinsip “show the brutal facts” maka kesalahan yang ada diangkat dan ditunjukkan untuk dilakukan langkah-langkah koreksi. Dengan menaruh orang yang khusus input data di masing-masing tim dan membiarkan anggota tim lain tidak melakukan input data maka tidak ada pembelajaran yang benar dari hakekat penerapan sistem baru tersebut. Terlebih hal ini juga menambah biaya produksi karena menambah 1 karyawan yang berfungsi untuk input data.

Dengan proses transformasi step by step terlihat bahwa proses peralihan ke sistem baru berjalan lambat dan tingkat kesuksesannya tidak maksimal. Lain halnya jika dicoba di satu factory atau satu unit bisnis, diterapkan pendekatan “big bang”, mungkin hasilnya akan lebih baik dan lebih efisien.

E.     Kapasitas Produksi

Kapasitas adalah hasil produksi atau jumlah unit yang dapat ditahan, diterima, disimpan atau diproduksi oleh sebuah fasilitas dalam suatu periode waktu tertentu. Dalam hal ini perusahaan Nestle menerapkan bauran antara kapasitas efektif dan kapasitas desain, dimana perusahaan ini menargetkan hasil yang akan diproduksi dalam satu periode waktu tertentu dengan fasilitas yang telah diperkirakan dapat menghasilkan jumlah unit tertentu.

Produk unggulan Nestle di Indonesia adalah susu bubuk (kaleng) merk Dancow. SURABAYA– PT Nestle Indonesia, Kejayan, Pasuruan menjadi salah satu dari 10 pabrik susu terbesar di dunia. Pioner industri susu di Indonesia ini, baru saja mengucurkan investasi sedikitnya SFR 100 juta atau Rp 1,2 triliun.

Brata Hardjosubroto Head of Public Relations PT Nestle Indonesia mengatakan, Nestle Kejayan memang baru selesai melakukan perluasan pabrik. ‘’Operasional resminya dilakukan 3 Maret mendatang,’’ kata Brata kepada Malang Post, kemarin.
Dari perluasan ini, Nestle diproyeksikan memiliki kapasitas produksi terpasang 1 juta liter susu per hari. Sebelumnya, Nestle yang bahan bakunya disuplai peternak susu di Jatim ini, kapasitas baru 500 ribu liter per hari.






Adapun taktik yang digunakan Nestle untuk menyesuaikan kapasitas dengan permintaan pasar adlah :
1.    Mengubah staf yang ada (menambah atau mengurangi jumlah karyawan)
Perusahaan raksasa makanan bernutrisi Nestle memiliki rahasia yang unik dalam rekrutmen karyawan. Sukses mereka menjaring tenaga-tenaga profesional berkualitas terletak pada strategi menjaga calon-calon karyawan potensial tetap santai dan sabar menunggu kesempatan untuk bergabung.
Strategi rekrutmen Nestle adalah memastikan para kandidat yang ingin bergabung setia menunggu, hingga tahun berikutnya ketika lowongan pada berbagai posisi telah tersedia.
Berbicara pada Konferensi Rekrutmen dan Retensi yang diselenggarakan oleh Chartered Institute of Personnel and Development, Inggris pekan lalu, kepala bagian rekrutmen Nestle Fionna White mengungkapkan adanya "candidate relationship management" di perusahaannya.
Menurut White, strategi tersebut berhasil mengurangi biaya proses rekrutmen sehingga perusahaan bisa menghemat cukup signifikan.
"Kami punya banyak kasus dimana para kandidat sabar menunggu sampai setahun, dan ketika pekerjaan untuk mereka telah tersedia, kami mengontak mereka dan mereka menerimanya," tutur dia kepada Personnel Today.

Lebih jauh White memaparkan, pihaknya menerima sejumlah dana tertentu dari atas untuk kepentingan rekrutmen --dengan besaran yang sama dengan biaya merekrut orang melalui agensi. Departemen HR menggunakan dana itu untuk membuat website guna mengiklankan posisi-posisi yang kelak akan lowong.

Dari situ White mendapatkan 300 pendaftar dengan 25 di antaranya dinilai "sempurna", dan setelah disaring lagi, ada 7 kandidat yang lolos. "Dengan cara seperti ini kami menghemat biasaya sebesar ongkos untuk agen rekrutmen, jadi dalam rangka investasi, ini strategi yang bagus," ujar dia.

2.    Menyesuaikan peralatan dan proses, meliputi pembelian mesin tambahan, atau menjual atau menyewakan peralatan yang ada
Tiga tahun belakangan ini, PT Nestle Indonesia telah melakukan perluasan pabrik-pabrik maupun sistem input pada operasional fasilitas. Seperti perluasan pabrik susu di Kejayan Factory, Pasuruan akhir maret baru-baru ini, yang diharapkan dapat mencapai target produksi susu 1 juta liter per hari.
3.    Memperbaiki metode untuk meningkatkan hasil produksi
4.    Mendesain ulang produk untuk meningkatkan hasil produksi

F.      Strategi Lokasi
Keputusan Lokasi sering bergantung kepada tipe bisnis. Untuk keputusan lokasi industri, strategi yang digunakan biasanya adalah strategi untuk meminimalkan biaya, sedangkan untuk bisnis eceran dan jasa profesional, strategi yang digunakan terfokus pada memaksimalkan pendapatan. Secara umum, strategi lokasi adalah untuk memaksimalkan keuntungan lokasi bagi perusahaan.
Pemilihan lokasi Nestle sendiri adalah dengan alasan untuk mendapatkan bahan baku dari komoditi terbaik. Seperti; komoditi kopi terbaik, di Lampung untuk Panjang Factory (Nescafe) dan kualitas susu terbaik, di Pasuruan untuk Kejayan factory (Dancow). Dengan demikian Nestle telah mengurangi biaya operasional berupa biaya angkut bahan baku.


Sumber :  www.google.co.id
Heizer, J dan Render, B 2006. Manajemen Operasi. Ed. 7, Jakarta : Salemba Empat


ANALISIS MANAJEMEN OPERASI
 PT. NESTLE INDONESIA












OLEH :   ASTRI CORRY N DS
NIM     :   105020300111056

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2011


1 komentar: